hari itu merupakan sore yang sepi
tak ada suara bising yang terdengar telinga sama sekali
lantas, kemanakah semua insan yang menghuni sekitarnya?
tak tahu, semua bagai menghilang tanpa jejak pasti
karena hari itu merupakan sore yang mati
tak terlihat tanda yang berkutik dari kelenggangan sunyi
yang terdengar hanyalah deru udara yang berseliweran
lantas, bagaimana mendeteksi itu terjadi
hanyalah menunggu jalan terbaik
ya, benar
sore yang sepi
Diposting oleh
vedo
di
15.12
0
komentar
circle life part 1
Diposting oleh
vedo
di
13.10
0
komentar
try
bagaimana jika tidak ada usaha dalam menjalani hidup ini
hanyalah stagnan tak ada pergerakan yang terjadi
berkutik dengan udara yang mulai pengap tak berventilasi
bahkan sinar mentari mulai enggan ada yang masuk
tak terlalu ada impian yang bergentayangan
coba untuk membeli ketenangan, namun tak tercapai
terduduk saja dalam lembaran kulit yang mulai terlubangi waktu
terhidang rindu yang menebal pada langit-langit yang penuh laba-laba
adakah orang yang akan menengoknya barang sesaat
tak ada yang tahu ia berada dimana. hanya kosonglah yang terlihat didepan mata
lantas, jasadnya dimanakah?
ia telah melebur dengan keheningan yang mulai terbius hiruk pikuk keramaian kota
ya, ia telah bergabung dengan impian yang telah mati
Diposting oleh
vedo
di
12.50
0
komentar
sore
saaat ini telah berlangsung pelajaran bahasa arab di STAI-BU, Prodi Ekonomi Syariah
namun sedetik pun tak ada materi yang menempel pada otak kanan maupun kiri
semuanya berlalu bagai ombak yang silih berganti datang dan pergi
sudah dua materi berlalu tampa kenampakan yang pasti. tapi mau bagaimana lagi, aku tak tahu, lebih tepatnya belum tahu
otakku terlalu nakal untuk membangkan enggan memahaminya. dasar. bodoh ? ya, mungkin saja.
padahal Tuhan telah memberikan segumpal otak yang harusnya digunakan untuk menyimpan memori penting dan bermanfaat, namun aku malah menyia-nyiakannya. bersantai ria
oh, ya. Ita Rosita dan Nurul Chikmah kini sedang menerangkan bab Mubtada' Khobar, setelah sebelumnya Nadzifatuk Khoiriyah merangkan Fiil.
para peserta presentasi : Fitriyani Hani, Andi Muntahar, M Amrullah Fahmi, Nida N F, dan penulis sendiri dengan didampingi dosen, bu Laela.
terlihat peserta tidak terlalu tertarik dengan presentasi yang disajikan, terkecuali Nadzifah yang tetap ayik berkutat.
yap, inilah yang terjadi hari ini. begitu kronis bagi sebuah presentasi di Sekolah Tinggi. yang menjadi tersangkanya adalah pesertanya sendiri yang enggan konsentrasi. apalagi sang penulis sendiri.
Diposting oleh
vedo
di
16.25
0
komentar
terlihat jelas pemandangan indah dipelupuk mata.
berbias rindu dikedamaian sore yang teduh.
berbagi senang dengan kenangan lama yang telah expire
namun tetap saja terbingkai dalam pigura keabadian hari
sadarkah ia yang kini terpikirkan namun tak menyadari
hanya tersenyum diujung sana dengan insan yang lain
tak sampai hati untuk mengetuk kembali hati
dimana itu akan menjadi petaka yang memalukan
terbias sesuatu yang berlalu pelan namun membekas kuat
ia yang pernah hadir dalam waktu 2,5 tahun dalam memoar
padamkan ini dengan apa? diri pun tak pernah paham
Diposting oleh
vedo
di
16.17
0
komentar
