web stats

sore yang sepi

Senin, 20 Mei 2013

hari itu merupakan sore yang sepi
tak ada suara bising yang terdengar telinga sama sekali
lantas, kemanakah semua insan yang menghuni sekitarnya?
tak tahu, semua bagai menghilang tanpa jejak pasti
karena hari itu merupakan sore yang mati
tak terlihat tanda yang berkutik dari kelenggangan sunyi
yang terdengar hanyalah deru udara yang berseliweran
lantas, bagaimana mendeteksi itu terjadi
hanyalah menunggu jalan terbaik
ya, benar

Sabtu, 04 Mei 2013

circle life 2

circle life part 1



Hidup adalah sebuah babak penentu yang akan membawa kita pada ending yang tak terduga. Dalam sebuah novel misteri, sering kita dapati akhir yang tak terbesit diotak kita, ambil saja contoh dari komik conan sang detektif cilik dan juga scooby doo si anjing detektif misteri. Seperti itual ending hidup kita, tak akan terduga.
            Sering kita jumpai seseorang yang dimasa lalunya dia sangat baik, namun menjelang kepergiannya, dia berubah 180  menjadi sosok lain dan tidak lagi menyejukkan hati, begitupun sebaliknya.
=/=
            Janganlah menilai seseorang dari penampilan atau kesan pertama. Ya, pesan itu sangatlah penting. Karena, seringnya seseorang akan menampakkan sisi lain dirinya saat kesan pertama. Jika engkau ingin menilai seseorang, tanyalah pada orang terdekatnya atau bertemanlah dengannya dalam waktu yang sedikit lama agar kau tahu seperti apa dia. Datanglah padanya disaat suka dan duka, mintalah pendapatnya, resapi. Maka kau akan tahu pola pikirnya. Dan kau akan mampu menyimpulkan bagaimana wataknya.Namun, ada orang yang mampu berubah jika berhadapan dengan lain orang, jika begini, bertanyalah pada orang-orang yang bertanya padanya. Lalu renungkan, tidak sekedar menyimpulkan.
            Dari sini, kita bisa belajar dari orang-orang yang pernah kita temui, ambil hikmahnya. Pilah-pilihlah untuk dicontoh yang baik dan tinggalkan yang buruk. Karena pengalaman adalah guru terbaik dalam perjalanan hidup ini. Karena seringnya, pengalaman memberikan kesan yang mendalam untuk dijadikan penuntun daripada petuah-petuah panjang dari orang lain. Hal itu dikarenakan, seringnya kita menganggap petuah tersebut terlalu bertele-tele, dan belum pernah merasakannya.
=/=
            Tulislah apa-apa yang kau jalani. Karena kelak hal itu akan berguna untukmu. Kita tidak akan tahu apakah kita akan selamanya mengingat memori hari ini atau yang telah berlalu. Dan juga, hal itu bisa berguna untuk orang lain.
=/=
            Janganlah kau mencintai seseorang jika hal itu menyakiti orang lain. Karena cinta itu lembut namun mampu menghanyutkan. Cinta yang dibangun dari sakit orang lain akan menimbulkan keresahan hati dan tidak memberikan ketentraman.
            Dalam Islam pun dijelaskan bahwa mencintai dan membenci seseorang itu sekedarnya saja, jangan terlalu. Karena mampu berubah menjadi sebaliknya.
=/=
            Cobalah belajar menjadi orang yang peka terhadap orang lain. Karena kepekaan akan menimbulkan buah yang baik bagi diri sendiri dan orang lain.
            Tokoh-tokoh besar yang menjadi panutan kesemuanya hampirlah memiliki sifat ini. Seperti : Nabi Muhammad, bunda Teresa, Mahatma Gandi. Dimana mereka adalah sosok yang peka terhadap keadaan sekitar, dan mereka menjadi orang yang selalu dikenang dihati orang lain. Namun, peka bukan berarti ingin dikenang. Orang yang tulus kepekaannya akan senantiasa terasakan oleh hati orang lain, karena kepekaan mampu menyentuh hati yang terdalam bagi orang lain.
            Jarang orang yang memiliki sikap peka, meskipun banyak sekali orang yang peduli. Karena peka dan peduli tingkatannya lebih tinggi peka. Jika peduli haruslah menunggu waktu orang lain membutuhkan bantuan, peka tidak. Peka akan selalu hadir dalam diri orang yang memilikinya. Akan senantiasa menolong orang dalam suka dan sedih, dalam keadaan apapun si peka dan si penerima.
=/=
            Jadilah orang yang kreatif untuk mengembangkan apapun. Karena kreatif menuntun manusia untuk tidak menjadi orang yang mudah putus asa.
=/=
            Jangan pernah menjadi orang yang memberatkan orang lain. Jadilah manusia yang mandiri dari manusia namun butuh pada Allah. Jangan pernah menjadi orang yang membebankan orang lain, karena manusia yang seperti itu tak ubahnya bayi raksasa yang merepotkan dan tidak memberikan manfaat bagi manusia lain
            Dalam Islam tidak pernah diajarkan sebuah kemanjaan, namun sebuah kemandirian yang membawa pada kekuatan dan pantang menyerah. Kemanjaan akan membawa kita pada sifat sentimentil dan ketergantungan, bahkan sikap frustasi jika sudah mencapai titik maksimum.

try

bagaimana jika tidak ada usaha dalam menjalani hidup ini
hanyalah stagnan tak ada pergerakan yang terjadi
berkutik dengan udara yang mulai pengap tak berventilasi
bahkan sinar mentari mulai enggan ada yang masuk
tak terlalu ada impian yang bergentayangan
coba untuk membeli ketenangan, namun tak tercapai
terduduk saja dalam lembaran kulit yang mulai terlubangi waktu
terhidang rindu yang menebal pada langit-langit yang penuh laba-laba
adakah orang yang akan menengoknya barang sesaat
tak ada yang tahu ia berada dimana. hanya kosonglah yang terlihat didepan mata
lantas, jasadnya dimanakah?
ia telah melebur dengan keheningan yang mulai terbius hiruk pikuk keramaian kota
ya, ia telah bergabung dengan impian yang telah mati

sore

Senin, 25 Maret 2013

saaat ini telah berlangsung pelajaran bahasa arab di STAI-BU, Prodi Ekonomi Syariah
namun sedetik pun tak ada materi yang menempel pada otak kanan maupun kiri
semuanya berlalu bagai ombak yang silih berganti datang dan pergi
sudah dua materi berlalu tampa kenampakan yang pasti. tapi mau bagaimana lagi, aku tak tahu, lebih tepatnya belum tahu
otakku terlalu nakal untuk membangkan enggan memahaminya. dasar. bodoh ? ya, mungkin saja.
padahal Tuhan telah memberikan segumpal otak yang harusnya digunakan untuk menyimpan memori penting dan bermanfaat, namun aku malah menyia-nyiakannya. bersantai ria
oh, ya. Ita Rosita dan Nurul Chikmah kini sedang menerangkan bab Mubtada' Khobar, setelah sebelumnya Nadzifatuk Khoiriyah merangkan Fiil.
para peserta presentasi : Fitriyani Hani, Andi Muntahar, M Amrullah Fahmi, Nida N F, dan penulis sendiri dengan didampingi dosen, bu Laela.
terlihat peserta tidak terlalu tertarik dengan presentasi yang disajikan, terkecuali Nadzifah yang tetap ayik berkutat.
yap, inilah yang terjadi hari ini. begitu kronis bagi sebuah presentasi di Sekolah Tinggi. yang menjadi tersangkanya adalah pesertanya sendiri yang enggan konsentrasi. apalagi sang penulis sendiri.

terlihat jelas pemandangan indah dipelupuk mata.
berbias rindu dikedamaian sore yang teduh.
berbagi senang dengan kenangan lama yang telah expire
namun tetap saja terbingkai dalam pigura keabadian hari
sadarkah ia yang kini terpikirkan namun tak menyadari
hanya tersenyum diujung sana dengan insan yang lain
tak sampai hati untuk mengetuk kembali hati
dimana itu akan menjadi petaka yang memalukan
terbias sesuatu yang berlalu pelan namun membekas kuat
ia yang pernah hadir dalam waktu 2,5 tahun dalam memoar
padamkan ini dengan apa? diri pun tak pernah paham