web stats

jalan setapak kedua

Senin, 21 Oktober 2013

jalan setapak kedua menuntunku kepada pencerahan yang lebih indah
Tuhan yang membuka pintu hati menjadi tak seburam televisi tahun 80' an
ya, semua itu berawal dihari jumat kala aku menemui seseorang yang bekerja keras dengan keadaan yang tidak senormal orang biasanya, namun dibalik kerjanya ia masih mau meluangkan waktu untuk bernagi pada orang yang lebih membutuhkan lagi
mungkin banyak orang yang seperti dia, namun tak sebanyak orang normal seperti kita
tapi sadarkah, bahwa tak banyak yang bisa seperti ia yang tetap mau menyukuri apa yang Tuhan berikan di kehidupan
tahukah bahwa ia tak memiliki tekapak kaki seperti kita yg digunakan untuk menopang lebih kuat tubuh saat beraktifitas
lalu, keesokan harinya, aku kembali bertemu pada sosok orang yang telapak tangan sebelah kirinya mengecil dan tidak bertenaga
bersyukurlah kita memiliki keadaan yang normal

jalan setapakk

Minggu, 20 Oktober 2013

jam 9.30 langkah mulai diayunkan
roda sepeda ontel mula melenggang di jalanan aspal yang tak henti oleh gencatan ban-ban cadas tanpa ampun
peluh yang menetes mulai mengguyur kain yang melekat
tersepuh oleh lengan yang penuh goresan luka masa-masa
gerbang tujuan menganga tanpa penjaga yang mau menyapa setiap jiwa yang datang
sekitar masih sepi sibuk dengan aktifitas materinya
pelan dan pasti mulai masuk di ruang yang mulai senyap untuk pelajaran
duduk manis di bangku paling belakang akibat kotornya bangku oleh debu dan sisa makanan penghuni sebelumnya
satu lagi potret indonesia, kurangnya menghargai arti kebersihan di tempat umum
bagkan sampah tak ada yang memungut untuk masuk di kediamannya
hanya teronggok di tumpukan lalat yang mulai menggila banyaknya
salah siap jika nantinya banjir atau hanya sekedar aroma tidak sedap menghinggapi udara
maka, mulai sekaranglah untuk menjaga kebersihan
bawa kantung plastik untuk sampah yang dihasilkan jika bepergian
buang jika sudah penuh di tong sampah agar mudah diuraikan kembali
mulai dari diri sendiri tak perlu salahkan keadaan yang sudah terlanjur kotor
ya, dari jalan setapak yang penuh rimbunan sampah di pinggirnya yang membuat hati tertegun untuk merubah menjadi lebih baik lagi.
karena bersihpun menjadi tolak ukur level keimanan kita
ya, jalan setapak memang menyajikan banyak cerita
walau sepenggal, namun memiliki makna yang besar bagi perbaikan jiwa

Sabtu, 19 Oktober 2013

anehnya seorang teman jaman sekarang
saat ini yang dinamakan teman adalah yang menemani kita dalam keadaan suka dan duka
apakah memang itu artinya
jika ia, maka teman tak ubahnya sebagai keluarga
teman hanyalah seorang yang bisa menegur saat kita salah
tak perduli ia dekat atau tidak di saat-saat biasa
karena tak banyak orang yang mampu berani mengingatkan orag yang salah apalagi jika ia dekat sebelumnya

semakin panas

awalnya terpikir bahwa musim kemarau sudah berlalu
ternyata hujan tempo hari adalah hujan pereda panas yang semakin hari semakin parah
panasnya mencapai lebih dari 30 derajat celsius
penggunaan pendingin juga mulai membludak
jika sudah begini polusi akibat pendingin juga semakin banyak
alhasil panas menjadi semakin panas
apalagi jika berada di perkotaan besar yang notabenenya jarang ada pohon
bisa dibayangkan bagaimana panasnya
di pedesaan saja sudah terasa panas dari sepuluh tahun lalu
jika sudah begini siapa yang bisa disalahkan
tidak ada yang salah dan benar
semua harus ikut andil dalam penanaman pohon atau pengurangan penggunaan pendingin
jika memang tidak tahan dengan hawa panasnya, bisa menggunakan kipas angin saja yang radiasinya tidak terlalu besar
atau lebih etis lagi dengan menggunakan kipas tangan untuk sekalian olahraga tangan
ya, mulai sekarang, cobalah untuk menghemat energi dan alam
alam butuh dijaga agar kita dijaga alam
memang dampaknya tidak langsung, tapi pastilah ada meski lambat laun
jika tidak sekarang, kapan lagi.
anak cucu kita juga butuh tempat tinggal yang normal
bukan neraka prematur yang diciptakan manusia

first rain

Rabu, 09 Oktober 2013

hujan turun pertama kali dihari selasa sore hari
saat kuliah berlangsung dijam terakhir, hingga suara dosen tak terdengar sama sekali
aroma tanah yang terguyur air menyeruak diseluruh ruangan
tak ada tanda persiapan sebelumnya hingga semua orang tergopoh-gopoh memunguti barangnya yang di luar
hujan pun berhenti saat jam menunjuk pukul 17.30
mungkin memberikan waktu bagi umat muslim untuk menjalankan sholat magrib di masjid yang teduh
jalanan sangat rame oleh genangan air yang bergelombang seiring lalu lalang kendaraan
stop, pukul 21.00 suasana sangat sepi telah terlelap denagn aroma yang menina-bobokan
dan paginya embun tak terlalu tebal, namun udara sangat membuat malas untuk beraktivitas
dengan semangat yang teguh, itu saja yang mampu mengalahkannya
atau ada tugas wajib yang harus diselesaikan saat itu saja.
ya, hujan pertama diakhir musim kemarau yang singkat.

malam diminggu awal bulan

Minggu, 06 Oktober 2013

sepi saja yang cukup menemani keheningan malam ini
tak ada tanda keramaaian seperti malam kemarin
yang penuh lalu lalang orang bepergian melepas akhir pekan yang melelahkan
mungkin malam ini mereka ingin istirahat total sebelum besok menyambut awal hari
dimana mereka masih malas-malas untuk menyapanya walau hanya menengok
hate monday
mungkin terlalu sadis jika mereka mengatakan itu
tak tahukah bahwa hari senin adalah hari yang melelahkan namun penuh keceriaan bagi yang akan mendapat gajian diawal minggu
atau ada pula yang tak mengawali minggu dengan hari senin, melainkan hari sabtu yang malah sebaliknya

anggaplah semua hari menjadi akhir pekan agar tetap semangat untuk menjalaninya
atau juga anggap semua hari menjadi senin
agar semuanya tetap berpacu dengan waktu untuk cepat-cepat melewati hari itu dengan sukses
ya, masalah hari memang sepele, namun akibatnya untuk semangat sungguh besar
ya, mungkin itu yang bisa dipetik
bahwa hari sebenarnya sama saja, tak ada yang berrbeda
sama-sama memiliki keindahannya tersendiri
karena Tuhan pun telah memberikan spesifik bagi hari-hari tujuh tersebut

renungan lagi

Selasa, 01 Oktober 2013

rintangan demi rintangan terus saja mengalir pada celah yang mulai melebar
menggerus harapan meski dengan jalan yang sedemikian kelam
menikmati waktu yang semakin larut dalam keteguhan jiwa
tak lagi merasakan sakit hati seperti tahun-tahun sebelumnya
Tuhan pasti telah menyusun skenario indah nanti yang haru dijemput dengan ketenangan jiwa
ya, itulah prinsip yang dipegang beberapa detik demi detik yang lalu
Tuhan memang sulit dipahami, namun Tuhan sangatlah memahami manusia
Tuhan memang tak bermasalah, karena yang bermasalah itu makhluknya
tak berlulah mengeluhkan setiap kerikil tajam yang mengenai kaki
keluhkanlah pikiranmu yang tak juga jernih pada Illahi
karena dengan itu kau akan menemukan jalan indah padaNYA nanti
karena Tuhan telah menjanjikan bahwa sekeras apa kau dicoba maka seindah surga kau akan meneguk manis hasilnya
tenangkan, renungkan, dan lapangkan hati
dan Surga cinta Illahi yang akan menunggumu nanti